“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.”

Nelson Mandela

Sejarah JIHS

Jakarta International Hotels School atau yang semula bernama Akademi Pariwisata Jakarta Internasional Hotel memulai tahun pendidikan pada tanggal 12 September 1994 dengan jumlah mahasiswa 114. Kampus pertama dari JIHS berada di Hotel Borobudur Intercontinental, baru pada tahun 1997 JIHS pindah dan memiliki gedung sendiri berlantai 3 dikawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan. Berdirinya JIHS tentu mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia dengan disahkan melalui keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI No.037/D/O/1995 tanggal 16 Mei 1995 dengan status Terdaftar. Dari tahun 2003 hingga tahun 2015 JIHS sudah meluluskan 1636 mahasiswa dan sudah terserap di industri sebanyak 87%. Dan pada tahun 2016 berencana akan meluluskan 160 mahasiswa.

INDUK ORGANISASI

JIHS bukanlah badan usaha yang berdiri sendiri, melainkan anak perusahaan dibawah PT. Jakarta International Hotel and Development yang berada di bawah Artha Graha Group. PT. JIHD selain mengelola JIHS di bidang pendidikan, juga memiliki unit usaha di bidang properti seperti Hotel Borobudur Jakarta, Hotel Palace Puncak, Hotel Pulau Pantara, Hotel Pulau Matahari, Discovery Hotel & Convention Ancol, Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, Discovery Kartika Hotel Kendari, Discovery Kartika Hotel Lampung. Selain itu, ada beberapa unit usaha lain yang menjadi "sister company" dari JIHS seperti Gedung BEJ, Jak TV, Ritz Carlton Hotel Sudirman, Sudirman Central Business District, dan Electronic City.